Oleh : Abu Zahra
Hari demi hari telah berlalu, bulan suci Ramadhan dengan berbagai amal ibadahnya, baik yang wajib maupun yang sunnah. Semoga semua itu diterima di sisi-Nya sebagai catatan yang baik nan memberatkan timbangan kebaikan kita, amien.
Kaum muslimin berbahagia di penghujung bulan suci ini dengan satu harapan, semoga Ramadhan yang akan pergi telah menghapuskan dosa-dosa mereka dan memberikan bekal catatan amal baik yang berlipat ganda. Akan tetapi setelah kita renungkan, sebetulnya kita lebih pantas untuk bersedih, karena dengan akan perginya bulan yang mulia ini berarti peluang untuk melebur dosa dan melipatgandakan pahala akan pergi jua. Dan tidak seorangpun bisa menjamin dirinya bisa bertemu lagi dengan bulan yang penuh berkah ini di tahun-tahun yang akan datang. Namun apa mau dikata, demikianlah kehidupan dunia berputar seiring dengan berputarnya roda zaman, tak seorangpun kuasa menolak serta merubahnya.
Semoga amal sholeh kita di bulan Ramadhan bisa melahirkan amal-amal sholeh yang lebih banyak lagi di bulan-bulan yang lain, amin. Kemudian hendaklah masing-masing dari kita bisa menjaga apa yang telah didapat di bulan suci ini, serta tidak mengotorinya dengan perbuatan-perbuatan maksiat, meskipun kelihatannya ringan. Salah satu perbuatan yang dapat dikategorikan termasuk perbuatan mengotori pahala bulan suci Ramadhan adalah jabat tangan antara pria dan wanita yang bukan mahramnya pada hari raya Idul Fitri.
Kebiasaan ini begitu mendarah daging pada masyarakat muslim Indonesia, mulai dari awamnya sampai yang dikatakan kyai, ustadz dan seterusnya. Maka dari itu kami haturkan kepada sidang pembaca yang budiman pembahasan ringan seputar hukum berjabat tangan antara pria dan wanita yang bukan mahramnya. Baca entri selengkapnya »


