Bayu Abdurrohman

Menanti Angin Sewangi Misik Menyapu Bumi

Arsip untuk ‘Aqidah’ Kategori

Mengenal Alloh

Posted by bayu200687 pada Februari 6, 2008

Mengenal Alloh

Tak kenal maka tak sayang, demikian bunyi pepatah. Banyak orang mengaku mengenal Allah, tapi mereka tidak cinta kepada Allah. Buktinya, mereka banyak melanggar perintah dan larangan Allah. Sebabnya, ternyata mereka tidak mengenal Allah dengan sebenarnya.

Sekilas, membahas persoalan bagaimana mengenal Allah bukan sesuatu yang asing. Bahkan mungkin ada yang mengatakan untuk apa hal yang demikian itu dibahas? Bukankah kita semua telah mengetahui dan mengenal pencipta kita? Bukankah kita telah mengakui itu semua?

Kalau mengenal Allah sebatas di masjid, di majelis dzikir, atau di majelis ilmu atau mengenal-Nya ketika tersandung batu, ketika mendengar kematian, atau ketika mendapatkan musibah dan mendapatkan kesenangan, barangkali akan terlontar pertanyaan demikian. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Aqidah | 2 Komentar »

Musyrikin, Dulu dan Sekarang

Posted by bayu200687 pada Januari 18, 2008

Musyrikin, Dulu dan Sekarang

Kaum muslimin sidang jum’at yang berbahagia, sebagaimana inti ajaran islam adalah tauhid yaitu memurnikan ibadah hanya kepada Allah SWT semata, maka tidak ada islam tanpa tauhid. Dan lawan dari tauhid adalah syirik, kapan terdapat kesyirikan dalam diri seseorang maka hilanglah tauhid. Dan Allah SWT mengancam orang-orang yang melakukan kesyirikan dengan memberikan salah satu dari jenis-jenis ibadah kepada selain Allah SWT, jin, kuburan, benda-benda yang dikeramatkan, dukun-dukun, paranormal, tukang ramal dan yang lain sebagainya banyak, Allah ancam mereka dengan ancaman yang pedih diantaranya;

1- Pelaku kesyirikan kekal dineraka jahannam. Hal ini seperti yang Allah SWT nyatakan dalam firman-Nya yang berbunyi;
{إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللّهُ عَلَيهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ} –المائدة: 72-
Artinya; Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. (Qs. Al Maidah; 72) Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Aqidah | Tinggalkan sebuah Komentar »

DIMANA ALLAH …?

Posted by bayu200687 pada Januari 16, 2008

DIMANA ALLAH …?

Oleh
Syaikh Abdul Malik Ramadhan Al-Jazairi

Suatu ketika Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullahu pernah bertemu dengan salah seorang pemimpin partai Islam (dari Aljazair), Ali bin Hajj. Syaikh mengetahui sangat detail tentang kejadian yang terjadi pada mereka, dan telah sampai berita kepada beliau bahwa partai mereka mendapat dukungan jutaan pendukung. Diantara pertanyaan yang dilontarkan Syaikh kepadanya yaitu yang saya nukil secara ringkas disini.

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullahu bertanya : “Apakah setiap orang yang bersamamu (yang mendukung partaimu) mengetahui bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala bersemayam di atas Arsy? Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Aqidah, Manhaj | 3 Komentar »

MENGIKUTI APA-APA YANG DATANG DARI KITAB ALLAH DAN SUNNAH RASULULLAH

Posted by bayu200687 pada Januari 15, 2008

BERDALIL SELALU MENGIKUTI APA-APA YANG DATANG DARI KITAB ALLAH DAN SUNNAH RASULULLAH

Oleh
Syaikh Dr Sholeh bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan

Dan diantara prinsip-prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah bahwa dalam berdalil selalu mengikuti apa-apa yang datang dari Kitab Allah dan atau Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam baik secara lahir maupun bathin dan mengikuti apa-apa yang dijalankan oleh para sahabat dari kaum Muhajirin maupun Anshar pada umumnya dan khususnya mengikuti Al-Khulafaur-rasyidin sebagaimana wasiat Rasulullah dalam sabdanya.

“Artinya : Berepegang teguhlah kamu kepada sunnahku dan sunnah khulafaur-rasyid-iin yang mendapat petunjuk”. [Telah terdahulu takhrijnya]

Dan Ahlus Sunnah wal Jama’ah tidak mendahulukan perkataan siapapun terhadap firman Allah dan sabda Rasulullah. Oleh karena itu mereka dinamakan Ahlul Kitab Was Sunnah. Setelah mengambil dasar Al-Qur’an dan As-Sunnah, mereka mengambil apa-apa yang telah disepakati ulama umat ini. Inilah yang disebut dasar yang pertama ; yakni Al-Qur’an dan As-Sunnah. Segala hal yang diperselisihkan manusia selalu dikembalikan kepada Al-Kitab dan As-Sunnah. Allah telah berfirman.

“Artinya : Maka jika kalian berselisih tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu benar-benar beriman pada Allah dan hari akhir, yang demikian itu adalah lebih baik bagimu dan lebih baik akibatnya”. [An-Nisaa : 59]

Ahlus Sunnah tidak meyakini adanya kema’shuman seseorang selain Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mereka tidak berta’ashub pada suatu pendapat sampai pendapat tersebut bersesuaian dengan Al-Kitab dan As-Sunnah. Mereka meyakini bahwa mujtahid itu bisa salah dan benar dalam ijtihadnya. Mereka tidak boleh berijtihad sembarangan kecuali siapa yang telah memenuhi persyaratan tertentu menurut ahlul ‘ilmi.

Perbedaan-perbedaan diantara mereka dalam masalah ijtihad tidak boleh mengharuskan adanya permusuhan dan saling memutuskan hubungan diantara mereka, sebagaimana dilakukan orang-orang yang ta’ashub dan ahlul bid’ah. Sungguh mereka tetap metolerir perbedaan yang layak (wajar), bahkan mereka tetap saling mencintai dan berwali satu sama lain ; sebagian mereka tetap shalat di belakang sebagian yang lain betapapun adanya perbedaan masalah far’i (cabang) diantara mereka. Sedang ahlul bid’ah saling memusuhi, mengkafirkan dan menghukumi sesat kepada setiap orang yang menyimpang dari golongan mereka.

[Disalin dari buku Prinsip-Prinsip Aqidah Ahlus Sunnah Wal-Jama'ah oleh Syaikh Dr Sholeh bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan, terbitan Dar Al-Gasem PO. Box 6373 Riyadh, penerjemah Abu Aasia.]

http://www.almanhaj.or.id/content/1316/slash/0

Ditulis dalam Aqidah, Manhaj | Tinggalkan sebuah Komentar »

MAKNA SYAHADATAIN, RUKUN, SYARAT, KONSEKUENSI, DAN YANG MEMBATALKANNYA

Posted by bayu200687 pada Januari 15, 2008

MAKNA SYAHADATAIN, RUKUN, SYARAT, KONSEKUENSI, DAN YANG MEMBATALKANNYA

Oleh
Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah bin Fauzan

PERTAMA: MAKNA SYAHADATAIN
[A]. Makna Syahadat “Laa ilaaha illallah”
Yaitu beri’tikad dan berikrar bahwasanya tidak ada yang berhak disembah dan menerima ibadah kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala, menta’ati hal terse-but dan mengamalkannya. La ilaaha menafikan hak penyembahan dari selain Allah, siapa pun orangnya. Illallah adalah penetapan hak Allah semata untuk disembah.

Jadi makna kalimat ini secara ijmal (global) adalah, “Tidak ada sesembahan yang hak selain Allah”. Khabar “Laa ” harus ditaqdirkan “bi haqqi” (yang hak), tidak boleh ditaqdirkan dengan “maujud ” (ada). Karena ini menyalahi kenyataan yang ada, sebab tuhan yang disembah selain Allah banyak sekali. Hal itu akan berarti bahwa menyembah tuhan-tuhan tersebut adalah ibadah pula untuk Allah. Ini Tentu kebatilan yang nyata.

Kalimat “Laa ilaaha illallah” telah ditafsiri dengan beberapa penafsiran yang batil, antara lain: Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Aqidah, Manhaj | Tinggalkan sebuah Komentar »

Menyelisihi Orang Kafir

Posted by bayu200687 pada Januari 15, 2008

Menyelisihi Orang Kafir
Penulis: Asy-Syaikh Muhammad Shalih Al-’Utsaimin rahimahullah

Melakukan penyembelihan di tempat perayaan hari raya (‘Ied) orang kafir merupakan perkara terlarang. Terlebih jika meniru ‘Ied tersebut berikut amalan yang dikerjakan di dalamnya. ‘Ied (hari raya) sendiri adalah nama untuk perbuatan berkumpul secara beramai-ramai yang berulang secara sengaja baik itu setiap tahun, pekan, atau setiap bulan, dan semisalnya.
- Setiap kata dari bahasa ‘ajam (bukan Arab) perkaranya lebih dekat (untuk dilarang). Dan orang pada umumnya menggunakan bahasa ‘ajam karena pendengar atau lawan bicaranya memang bukan orang Arab. Atau menggunakan kata ‘ajam dengan maksud untuk memudahkan dalam memahami pengertian katanya. Namun membiasakan diri berbicara tidak memakai bahasa Arab (yang merupakan syi’ar Islam dan bahasa Al Qur’an) sehingga menjadi kebiasaan di suatu kota dan penduduknya, di tengah anggota masyarakat, pembicaraan dengan temannya, percakapan di pasar, di antara para penguasa, di antara anggota dewan, dan kepada ahli fiqih, maka tidak diragukan lagi bahwa hal ini merupakan perkara makruh.
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Aqidah, Manhaj, Seputar Kita | Tinggalkan sebuah Komentar »

PENGARUH TAUHID DALAM KEHIDUPAN PRIBADI DAN MASYARAKAT

Posted by bayu200687 pada Januari 15, 2008

PENGARUH TAUHID DALAM KEHIDUPAN PRIBADI DAN MASYARAKAT

Penulis : Al Ustadz Dzul – Akmal.LcSesungguhnya Allah menciptakan segenap alam agar mereka ber`ibadah kepadaNya, mengutus para rasul `Alaihimussalaam untuk menyeru semua manusia agar mentauhidkanNya, al Quraanul Karim banyak dibanyak surat menekankan tentang arti pentingnya tauhid menjelaskan bahaya syirik atas pribadi dan masyarakat, al Quraan dan as Sunnah menerangkan kepada kita pengaruh yang baik sekali atas tauhid tersebut, dimana tauhid itu jika diamalkan oleh seseorang baik pribadi maupun masyarakat didalam kehidupan serta diwujudkan secara hakiki (murni), niscaya akan menghasilkan buah yang sangat manis diantaranya adalah: “Membentuk kepribadian yang kokoh, ia membuat hidup dan pengalaman seorang ahli tauhid begitu istimewa, tujuan hidupnya jelas, tidak ber`ibadah kecuali hanya satu (ilaah)* saja. Kepada-Nya ia menghadap, baik dalam kesendirian atau ditengah keramaian orang, ia berdo’a dalam keadaan sempit maupun lapang”.
Berbeda dengan seorang musrik yang hatinya terbagi untuk Ilaah selain Allah dan ma`buudaat (yang di`ibadati selain Allah `Azza wa Jalla) yang banyak suatu saat ia menghadap kepada orang hidup, pada saat lain ia menghadap kepada orang yang mati. Artinya terkadang ia meminta kepada yang hidup sebagai perantara (wasilah) antara ia dengan Allah Jalla wa `Alaa untuk menyampaikan hajat hajat mereka, seperti tuan guru, kyai, jin, syaithon dan lain sebagainya. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Aqidah | Tinggalkan sebuah Komentar »

Berita Ghoib, antara Kufur dan Iman

Posted by bayu200687 pada Januari 15, 2008

Berita Ghoib, antara Kufur dan Iman

Hal-hal ghaib dan keimanan senantiasa berjalan seiring. Karena butuh “pupuk” keimanan untuk meyakininya. Hal ini memang tidak bisa tidak. Dalam syariat Islam, kita memang dihadapkan pada sejumlah hal ghaib yang sulit dicerna oleh akal kita yang terbatas, sukar ditelaah oleh indera kita yang lemah, bahkan yang sedikit pun tak terbetik di benak.

Kewajiban taat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sesuatu yang telah dipahami oleh segenap kaum muslimin. Hal ini bisa diketahui melalui bermacam bentuk ibadah yang mereka lakukan, baik yang ada tuntunannya ataupun tidak, dengan alasan taat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Juga dari berbagai bentuk shalawat yang mereka kumandangkan baik yang telah diajarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam atau yang tidak dituntunkan oleh beliau. Mereka pun mengatakan beriman, dan cinta kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Aqidah | Tinggalkan sebuah Komentar »

Bulan Muharram, sial???

Posted by bayu200687 pada Januari 15, 2008

Bulan Muharram, sial???

“Bulan Muharram telah tiba, jangan mengadakan hajatan pada bulan ini, nanti bisa sial.” Begitulah kata sebagian sebagian orang di negeri ini. Ketika hendak mengadakan hajatan, mereka memilih hari/bulan yang dianggap sebagai hari/bulan baik yang bisa mendatangkan keselamatan atau barakah. Dan sebaliknya, mereka menghindari hari/bulan yang dianggap sebagai hari-hari buruk yang bisa mendatangkan kesialan atau bencana. Seperti bulan Muharram (Suro) yang sudah memasyarakat sebagai bulan pantangan untuk keperluan hajatan. Bahkan kebanyakan mereka meyakininya sebagai prinsip dari agama Islam. Apakah memang benar hal ini disyariatkan atau justru dilarang oleh agama?

Maka simaklah kajian kali ini, dengan penuh tawadhu’ untuk senantiasa menerima kebenaran yang datang dari Al Qur’an dan As Sunnah sesuai yang telah dipahami oleh para sahabat Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Aqidah, Seputar Kita | Tinggalkan sebuah Komentar »

Mengapa Tauhid Dibagi 3

Posted by bayu200687 pada Januari 15, 2008

Mengapa Tauhid Dibagi 3

PEMBAGIAN TAUHID MERUPAKAN SUATU KEBENARAN YANG SYAR’I YANG AKAN DIKETAHUI DENGAN SUATU PENELAHAAN

Syaikh Muhammad Al-Amin Asy-Syinqithi Rahimahullah berkata: “Sesungguhnya penela-ahan terhadap Al-Quranul Azhim telah menunjukkan bahwa mentauhidkan Allah itu terbagi menjadi tiga bentuk:

Yang pertama: Tauhid dalam Rububiyah. Ini merupakan jenis tauhid yang ter-bentuk dalam fitrahnya orang-orang yang berakal.

Allah ta’ala berfirman,

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَهُمْ لَيَقُولُنَّ اللهُ

Dan sungguh jika kalian bertanya kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab: “Allah”(Az-zukhruf:87) Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Aqidah | Tinggalkan sebuah Komentar »

Syari`at Ini Telah Sempurna

Posted by bayu200687 pada Januari 14, 2008

Syari`at Ini Telah Sempurna

Allah Tabaaraka wa Ta`aala berkata takkala memberikan karuniaNya kepada hamba-hambaNya :
((اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتي ورضيت لكم الإسلام دينا)). المائدة (3).

Artinya: “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu Dinmu, dan telah Kucukupkan kepadamu ni`matKu, dan telah Kuredhoi Islam itu jadi Din bagimu.” Al Maaidah: (3).

Berkata al Imam al Baghawiy ketika menafsirkan ayat yang mulia ini: Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Aqidah, Artikel | Tinggalkan sebuah Komentar »

ANTARA SYARI’AT DAN PROBLEMATIKA KONTEMPORER

Posted by bayu200687 pada Januari 9, 2008

ANTARA SYARI’AT DAN PROBLEMATIKA KONTEMPORER

Oleh
Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan

Pertanyaan.
Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan ditanya : Ada beberapa hal yang memaksa seseorang sedikit menunjukkan sikap lunak manakala menghadapi sebagian problematika yang berkembang di lapangan terkait dengan problematika-problematika kontemporer. Hal ini banyak sekali menyita perhatian anak-anak generasi sekarang ini dan banyak pula manusia yang terjerumus ke dalamnya sementara mereka bingung antara memilih hukum-hukum syari’at dari satu sisi dan tuntunan dunia kontemporer dari sisi yang lain. Contohnya, masalah televisi, ikhtilath (percampurbauran antara bukan mahram), problematika seputar pariwisata, bunga riba dan problematika-problematika lainnya yang dapat melelahkan generasi saat ini. Jadi, bagaimana berinteraksi dengan problematika-problematika yang demikian rumit tersebut ? Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Aqidah, Artikel, Manhaj | Tinggalkan sebuah Komentar »

AL-FIRQOTUN NAJIYAH

Posted by bayu200687 pada Januari 9, 2008

AL-FIRQOTUN NAJIYAH ADALAH AHLUS SUNNAH WAL-JAMA’AH

Oleh
Syaikh Dr Sholeh bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan

Pada masa kepemimpinan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kaum muslimin itu adalah umat yang satu sebagaimana di firmankan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Artinya : Sesungguhnya kalian adalah umat yang satu dan Aku (Allah) adalah Rab kalian, maka beribadahlah kepada-Ku”. [Al-Anbiyaa : 92].

Maka kemudian sudah beberapa kali kaum Yahudi dan munafiqun berusaha memecah belah kaum muslimin pada zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun mereka belum pernah berhasil. Telah berkata kaum munafiq.

“Artinya : Janganlah kamu berinfaq kepada orang-orang yang berada di sisi Rasulullah, supaya mereka bubar”. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Aqidah, Manhaj | Tinggalkan sebuah Komentar »

Tujuh Keajaiban Dunia

Posted by bayu200687 pada Januari 9, 2008

Tujuh Keajaiban Dunia

Menara Pisa, Tembok Cina, Candi Borobudur, Taaj Mahal, Ka’bah,
Menara Eiffel, dan Piramida di mesir, inilah semua keajaiban dunia yang
kita kenal. Namun sebenarnya semua itu belum terlalu ajaib, karena di
sana masih ada tujuh keajaiban dunia yang lebih ajaib lagi. Mungkin
para pembaca bertanya-tanya, keajaiban apakah itu?

Memang tujuh keajaiban lain yang kami akan sajikan
di hadapan pembaca sekalian belum pernah ditayangkan di TV, tidak
pernah disiarkan di radio-radio dan belum pernah dimuat di media cetak.
Tujuh keajaiban dunia itu adalah: Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Aqidah, Artikel, Tak Berkategori | Tinggalkan sebuah Komentar »

Seputar Tauhid

Posted by bayu200687 pada Januari 8, 2008

1. Tanya : Apa hukumnya thawaf di sekitar pekuburan para wali ? dan menyembelih binatang dan bernazar diatasnya ?. Siapakah yang disebut wali dalam ajaran Islam. Apakah diperbolekan minta doa kepada mereka, baik ketika hidup ataupun telah meninggal ?

Jawab : Menyembelih untuk orang mati atau bernazar untuk mereka adalah perbuatan syirik besar. Dan yang disebut wali adalah mereka yang patuh kepada Allah dengan ketaatan, lalu dia mengerjakan apa yang Dia perintahkan dan meninggalkan apa yang dilarangnya meskipun tidak tampak padanya karomah. Dan tidak diperbolehkan meminta doa kepada mereka atau selain mereka jika mereka telah meninggal. Sedangkan memintanya kepada orang-orang shalih yang masih hidup diperbolehkan. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Aqidah, Tanya Jawab | Tinggalkan sebuah Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.