Bayu Abdurrohman

Menanti Angin Sewangi Misik Menyapu Bumi

Arsip untuk Januari, 2008

Tapi Kalian Bagai Buih…

Posted by bayu200687 pada Januari 30, 2008

Tapi Kalian Bagai Buih…

Penulis: Asy Syaikh Salim Al Hilali

Ketika kita memperhatikan kata-kata wahyu dari Al Qur’an dan Sunnah, kita melihat bahwa realita ummat Islam terlingkupi dengan huruf-huruf yang jelas. Tidak samar bagi orang yang melihat hakikat urusan ini yang tidak tertipu dengan fatamorgana yang muncul tapi sirna bahwa penyakit Wahn telah menggerogoti urat-urat ummat ini.

Reatita ini telah ada isyarat kepadanya, peringatan jelas tanpa samar tentangnya. Jelas tanpa kekaburan. Terang tanpa terselubung kabut yang bisa rnengganggu pandangan.

Itu dalam hadits dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu maula Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau berkata: Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Manhaj | 1 Komentar »

Larangan Wanita Pergi Tanpa Mahram

Posted by bayu200687 pada Januari 30, 2008

Larangan Wanita Pergi Tanpa Mahram

Penulis: ‘Adi Abdillah As Salafy [ MUSLIMAH Edisi XIX/ Rabi’ul Awwal/ 1418 H/ 1997

Saudariku Muslimah … . Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

“Apa yang dikatakan Rasul kepadamu maka terimalah dia dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.” (Al Hasyr : 7)

Yakni apa yang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam perintahkan kepadamu maka kerjakanlah dan apa yang dilarangnya, jauhilah. Sesungguhnya beliau hanya memerintahkan kepada kebaikan dan melarang dari kejelekan.

Ibnu Juraij berkata : “Apa yang datang kepadamu untuk taat kepadaku (Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam) maka kerjakanlah dan apa yang datang kepadamu untuk bermaksiat kepadaku maka jauhilah.”

Pengertian ayat di atas bersifat umum yakni mencakup semua perintah dan larangan, karena beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam tidaklah memerintahkan kecuali membawa kebaikan dan tidaklah melarangnya kecuali mengandung kerusakan (kebinasaan). (Lihat Al Manhiyat Al ‘Asyr Li An Nisa’ oleh Abi Maryam Majd Fathis Said halaman 7)

Maka dalam rangka mengerjakan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Nabi-Nya, kami akan berusaha menukil beberapa hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan keterangan ulama yang berkaitan dengan judul di atas. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Muslimah | Tinggalkan sebuah Komentar »

Antara Bid’ah dan Maksiat

Posted by bayu200687 pada Januari 30, 2008

Antara Bid’ah dan Maksiat

Sebagian ahli bid’ah datang kepada Ibnu Taimiyah dengan niat ingin memperindah dan menghiasi bid’ah mereka dihadapan beliau. Mereka berkata: “Ya Syaikh, betapa banyak orang yang bertaubat karena dakwah kami!” Ibnu Taimiyah berkata: “Mereka taubat dari perbuatan apa?” Kata mereka: “Mereka taubat dari mencuri, merampok, dan lain-lainnya.” Lalu Ibnu Taimiyah menjawab: “Keadaan mereka sebelum bertaubat (karena dakwah kalian, ed) lebih baik daripada keadaan mereka sekarang, karena sesungguhnya mereka dahulu dalam keadaan fasiq dan meyakini keharaman apa yang mereka kerjakan sehingga mereka selalu mengharap rahmat dari Allah dan mereka ingin bertaubat. Adapun sekarang mereka menjadi sesat dan musyrik akibat dakwah kalian bahkan mereka keluar dari Islam dan mencintai apa yang dibenci Allah dan membenci apa ynag disukai Allah … “ Kemudian Ibnu Taimiyah menjelaskan kepada mereka bahwa bid’ah yang mereka kerjakan lebih jelek daripada kemaksiatan lainnya.(lihat pula kitab Ilmu Ushulil Bida’ hal 220)

Ditulis dalam Mutiara Kata | Tinggalkan sebuah Komentar »

Islam, Awalnya Asing dan Akan Kembali Asing

Posted by bayu200687 pada Januari 29, 2008

Islam, Awalnya Asing dan Akan Kembali Asing

Sesungguhnya umat islam telah terdampar di persimpangan jalan, mereka hidup dalam kesengsaraan yang tidak pernah disaksikan oleh sejarah islam, telah berlalu banyak krisis dan bencana yang silih berganti. Hal ini dikarenakan umat islam sekarang berada pada kondisi yang lemah dan jauh dari syariat Allah ta’ala yang kokoh. Akibatnya kita dapatkan kaum muslimin sekarang kehilangan sebagian negeri atau harta mereka. Mereka hidup dalam keadaan bimbang, keguncangan, ketakutan dan rasa was-was.

Islam datang pada masa jahiliyah dalam keadaan asing, dan telah datang masanya di mana islam saat ini dirasakan asing oleh pemeluknya. Sungguh benar sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ

“Islam dimulai dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awalnya, maka thuuba (beruntunglah) orang-orang yang asing.” (HR Muslim). Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Manhaj | Tinggalkan sebuah Komentar »

Sekolah mahal, dipukuli pula.

Posted by bayu200687 pada Januari 28, 2008

19 Muharrom 1429H

Sekolah mahal, dipukuli pula.

 

Aduh, trenyuh banget rasanya denger cerita dari seorang teman. Udah sekolah bayar, masih dipukuli pula. Yang crita anak STTD. Kasihan banget. Sebenarnya dia udah ga betah skul disitu. Tapi mo gimana lagi?!! Udah terlanjur masuk ke situ. Udah bayar uang skul. …..harapan ortu……

Sebenernya ini crita lama. Beritanya juga ada dikoran, bahkan televise. Namun baru kemarin ana denger sendiri dari taruna STTD

 

Agaknya bullying di STTD udah jadi semacam kurikulum rahasia. Lha wong hampir tiap orang tahu (bahkan orang luar seperti saya). Apa iya pengelolanya ga tahu…???

Yang bikin trenyuh lagi, ga ada inisiatif dari alumnus untuk mengubahnya. Bahkan mereka ikut melestarikan tradisi ini, pun ketika berada di luar lingkungan kampus. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Celoteh | Tinggalkan sebuah Komentar »

JABAT TANGAN TERLARANG

Posted by bayu200687 pada Januari 28, 2008

JABAT TANGAN TERLARANG

Oleh : Abu Zahra

 

Hari demi hari telah berlalu, bulan suci Ramadhan dengan berbagai amal ibadahnya, baik yang wajib maupun yang sunnah. Semoga semua itu diterima di sisi-Nya sebagai catatan yang baik nan memberatkan timbangan kebaikan kita, amien.

Kaum muslimin berbahagia di penghujung bulan suci ini dengan satu harapan, semoga Ramadhan yang akan pergi telah menghapuskan dosa-dosa mereka dan memberikan bekal catatan amal baik yang berlipat ganda. Akan tetapi setelah kita renungkan, sebetulnya kita lebih pantas untuk bersedih, karena dengan akan perginya bulan yang mulia ini berarti peluang untuk melebur dosa dan melipatgandakan pahala akan pergi jua. Dan tidak seorangpun bisa menjamin dirinya bisa bertemu lagi dengan bulan yang penuh berkah ini di tahun-tahun yang akan datang. Namun apa mau dikata, demikianlah kehidupan dunia berputar seiring dengan berputarnya roda zaman, tak seorangpun kuasa menolak serta merubahnya.

Semoga amal sholeh kita di bulan Ramadhan bisa melahirkan amal-amal sholeh yang lebih banyak lagi di bulan-bulan yang lain, amin. Kemudian hendaklah masing-masing dari kita bisa menjaga apa yang telah didapat di bulan suci ini, serta tidak mengotorinya dengan perbuatan-perbuatan maksiat, meskipun kelihatannya ringan. Salah satu perbuatan yang dapat dikategorikan termasuk perbuatan mengotori pahala bulan suci Ramadhan adalah jabat tangan antara pria dan wanita yang bukan mahramnya pada hari raya Idul Fitri.

Kebiasaan ini begitu mendarah daging pada masyarakat muslim Indonesia, mulai dari awamnya sampai yang dikatakan kyai, ustadz dan seterusnya. Maka dari itu kami haturkan kepada sidang pembaca yang budiman pembahasan ringan seputar hukum berjabat tangan antara pria dan wanita yang bukan mahramnya. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Seputar Kita | Tinggalkan sebuah Komentar »

tuhan Sembilan Senti

Posted by bayu200687 pada Januari 28, 2008

tuhan Sembilan Senti

Oleh: Taufiq Ismail

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok, di pabrik pekerja merokok, di kantor pegawai merokok, di kabinet menteri merokok, di reses parlemen anggota DPR merokok, di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok, hansip-bintara-perwira nongkrong merokok, di perkebunan pemetik buah kopi merokok, di perahu nelayan penjaring ikan merokok, di pabrik petasan pemilik modalnya merokok, di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok, di ruang kepala sekolah ada guru merokok, di kampus mahasiswa merokok, di ruang kuliah dosen merokok, di rapat POMG orang tua murid merokok, di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntunan cara merokok,

Di angkot Kijang penumpang merokok, di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk orang bertanding merokok, di loket penjualan karcis orang merokok, di kereta api penuh sesak orang festival merokok, di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok, di andong Yogya kusirnya merokok, sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita,

Di pasar orang merokok, di warung Tegal pengunjung merokok, di restoran di toko buku orang merokok, di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter tak tertahankan abab rokok, bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur ketika melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok,

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul saling menularkan HIV-AIDS sesamanya, tapi kita tidak ketularan penyakitnya. Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus, kita ketularan penyakitnya. Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS,

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu, bisa ketularan kena,

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok, di apotik yang antri obat merokok, di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok, di ruang tunggu dokter pasien merokok, dan ada juga dokter-dokter merokok,

Istirahat main tenis orang merokok, di pinggir lapangan voli orang merokok, menyandang raket badminton orang merokok, pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok, panitia pertandingan balap mobil, pertandingan bulutangkis, turnamen sepakbola mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,

Di kamar kecil 12 meter kubik, sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok, di dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh orang goblok merokok, di ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi, orang-orang goblok merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im sangat ramah bagi orang perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita,

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama terhormat merujuk kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa. Mereka ulama ahli hisap. Haasaba, yuhaasibu, hisaaban. Bukan ahli hisab ilmu falak, tapi ahli hisap rokok. Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka terselip berhala-berhala kecil, sembilan senti panjangnya, putih warnanya, ke mana-mana dibawa dengan setia, satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang, tampak kebanyakan mereka memegang rokok dengan tangan kanan, cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri. Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok ashabul yamiin dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu. Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz. Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz. Kyai, ini ruangan ber-AC penuh. Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i. Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok. Laa taqtuluu anfusakum.

Min fadhlik, ya ustadz. 25 penyakit ada dalam khamr. Khamr diharamkan. 15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi). Daging khinzir diharamkan. 4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok. Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz. Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith. Mohon ini direnungkan tenang-tenang, karena pada zaman Rasulullah dahulu, sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama. Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok, lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan, jangan,

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini. Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu, yaitu ujung rokok mereka. Kini mereka berfikir. Biarkan mereka berfikir. Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap, dan ada yang mulai terbatuk-batuk,

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini, sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok. Korban penyakit rokok lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas, lebih gawat ketimbang bencana banjir, gempa bumi dan longsor, cuma setingkat di
bawah korban narkoba,

Pada saat sajak ini dibacakan, berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita, jutaan jumlahnya, bersembunyi di dalam kantong baju dan celana, dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna, diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri, tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini, karena orang akan khusyuk dan fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan api dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,

Rabbana, beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.

Ditulis dalam Tak Berkategori | Tinggalkan sebuah Komentar »

Manfaat Cobaan

Posted by bayu200687 pada Januari 25, 2008

Manfaat Cobaan Bagi Seorang Mukmin

  Soal No.  12099   Soal :
Kenapa Allah membebani kaum mukminin dengan banyak ibadah, dengan penyakit dan berbagai macam cobaan, sementara para pelaku maksiat bersenang-senang saja dengan segala kenikmatan hidup?

Jawab :

Pertanyaan ini terlontarkan atas dua alasan:

pertama, sebagai gugatan.

Kedua, untuk mencari bimbingan. Kalau pertanyaan itu dilontarkan dalam rangka menggugat, jelas itu menunjukkan kebodohan si penanya. Karena hikmah Allah itu terlalu agung untuk dapat dicapai oleh akal manusia. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Tanya Jawab | Tinggalkan sebuah Komentar »

Hubungan Antara Jenis Makanan Dan Karakter Orang Yang Memakannya

Posted by bayu200687 pada Januari 25, 2008

Hubungan Antara Jenis Makanan Dan Karakter Orang Yang Memakannya

  Soal No.  5905  
Apa hikmah pengharaman daging babi dan keledai dalam Dienul Islam? Adakah hubungan antara jenis makanan dan orang yang memakannya?

Jawab :
Ahamdulillah, Ibnul Qayyim berkata: “Seseorang akan memiliki kemiripan karakter dan sifat dengan jenis makanan yang dikonsumsinya. Sebagaimana hikmah Allah pada makhluk-Nya juga berlaku pada syariat dan perintah-Nya. Oleh karena itu Allah mengharamkan segala perkara yang jelek atas hamba-hamba-Nya. Sebab jika mereka mengkonsumsinya maka makanan yang jelek itu akan menjadi bagian dari tubuh mereka. Akibatnya bagian-bagian tubuh mereka akan mirip dengan jenis makanan tersebut. Jadi seseorang akan memiliki kemiripan dengan makanan yang dikonsumsinya, bahkan makanan tersebut akan menyatu dengan dirinya. Oleh sebab itu pula manusia lebih lurus tabiatnya daripada tabiat hewan karena makanan yang dikonsumsi juga lebih bagus. Mengkonsumsi darah dan daging hewan buas akan mewariskan sifat hewani dan setani kepada orang yang memakannya. Dan salah satu keelokan syariat adalah pengharaman jenis-jenis makanan tersebut. Kecuali jika terbenturan dengan maslahat yang jelas, seperti dalam keadaan darurat. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Tak Berkategori | Tinggalkan sebuah Komentar »

Hukum Menggunakan Kata “Seandainya..”

Posted by bayu200687 pada Januari 25, 2008

Hukum Menggunakan Kata “Seandainya..”

Tentang seorang yang mengatakan: Seandainya dahulu Anda dahulu melakukan begini, tentu tidak akan terjadi demikian.”
Orang lain yang mendengarnya berujar: “Kata-kata semacam itu sudah dilarang oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Itu kata-kata yang dapat mengiring orang yang mengucapkannya kepada kekufuran.”
Lalu ada lagi yang bilang: “Tetapi dalam kisah tentang Musa dan Khidir, Nabi pernah bersabda: “Semoga Allah memberi rahmat kepada Musa. Kalaulah beliau mau bersabar, tentu Allah akan menceritakan kepada kita lanjutan kisah mereka..”
Orang yang lain lagi berdalil dengan sabda Rasulullah: “Mukmin yang kuat itu lebih baik dari mukmin yang lemah,” hingga ucapan: “…karena kata “seandainya” itu membuka amalan syetan.” Apakah hukum dalam hadits ini menghapus hukum dalam kisah Musa di atas atau tidak?

Jawab : Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Tanya Jawab | Tinggalkan sebuah Komentar »

AYAT-AYAT CINTA……………(Sic!)

Posted by bayu200687 pada Januari 25, 2008

AYAT-AYAT CINTA……………(Sic!)

 

Betapa berbedanya kemarin dan hari ini!

 

Dunia(ku) berubah dengan ‘ayat-ayat cinta’

-          apa engkau berubah dari jahil menjadi ‘alim? –

-          atau engkau berubah dari jahil menjadi jahil murokkab? –

 

Aku ingin seperti si anu dalam ‘ayat-ayat cinta’

-          kenapa engkau tak ingin menjadi seperti para pendahulumu dari kalangan ahlul jannah? –

-          kenapa engkau tidak ingin tahu darimana keinginanmu berasal? –

 

‘ayat-ayat cinta’ memberiku banyak pelajaran?

-          benarkah? –

-          lalu dimana engkau tempatkan Kalamulloh dan Sunnah Rosul-Nya? –

 

‘ayat-ayat cinta’ membuatku menangis

-          tidakkah engkau menangis ketika membaca Kitabulloh? –

-          tidakkah engkau menangis tiap kali tersungkur di tengah malam? –

 

‘ayat-ayat cinta’ adalah sarana dakwah yang efektif

-          pernahkan engkau dengar tentang nasyid? –

-          pernahkah engkau dengar pengingkaran ibn Taimiyyah terhadap nasyid? –

 

 

 

Ditulis dalam Celoteh | Tinggalkan sebuah Komentar »

Ada Apa Dengan Ucapan “sodaqollahul adzim”

Posted by bayu200687 pada Januari 25, 2008

Ada Apa Dengan Ucapan “sodaqollahul adzim”

Ucapan “sodaqollahul adzim” setelah membaca Al Quran atau satu ayat darinya bukanlah hal yang asing di kalangan kita kaum muslimin. Dari anak kecil sampai orang tua, pria atau wanita sudah biasa mengucapkannya. Dan sangat sungguh disedihkan, para qori Al Quran dan para khotib di mimbar-mimbar juga mengucapkannya bila selesai membaca satu atau lebih ayat Al Quran. Ada apa memangnya dengan kalimat itu?

Mengucapkan “sodaqollahul adzim” setelah selasai membaca Al Quran baik satu ayat atau lebih adalah suatu hal yang tidak ada tuntunan dalam syariat Islam, lalu darimanakah hal ini bisa muncul dikalangan umat Islam Indonesia…. Untuk lebih meyakinkan kita, sebagai Umat Islam kita harus bertindak berdasarkan Ilmu yang berlandaskan pada Kitabullah dan Sunnah rasulNya yang shohih.

Sahabat Ibnu Mas’ud telah berkata, “Ikutilah, dan jangan kalian membuat perkara baru !”. Suatu peringatan tegas dimana kita tidak perlu untuk menambah–nambah sesuatu yang baru atau bahkan mengurangi sesuatu dalam hal agama. Banyak ide atau atau anggapan–anggapan baik dalam agama yang tidak ada contohnya bukanlah perbuatan terpuji yang akan mendatangkan pahala, tetapi justru yang demikian itu berarti menganggap kurang atas syariat yang telah dibawa oleh Rasululloh ShallAllohu ‘alaihi wa Sallam, dan bahkan yang demikian itu dianggap telah membuat syariat baru. Seperti perkataan Iman Syafi’i, ”Siapa yang membuat anggapan-anggapan baik dalam agama sungguh ia telah membuat syariat baru.”
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Bid'ah | Tinggalkan sebuah Komentar »

Sutrah (Pembatas) saat Sholat

Posted by bayu200687 pada Januari 25, 2008

Sutrah (Pembatas) saat Sholat

Sebuah pembatas hendaklah diperhatikan dan didekatkan dengan posisi kita, ketikan kita akan melaksanakan  sholat dan janganlah membiarkan seorangpun melewati antara orang yang sholat dengan pembatas tersebut. Hal (menggunakan pembatas atau sutrah) itu berlaku juga pada sunnah-sunnah yang Rawatib, pada Sholat Dhuha, Tahiyatul Masjid, Sholat Witir, dan sunnah tersebut juga berlaku bagi seorang perempuan yang sholat sendirian di rumahnya. Sedangkan ketika sholat berjamaah maka yang menjadi penghalang/tabir bagi para makmum adalah imam sholat.

Sabda Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang artinya: “Apabila ada yang shalat diantara kalian maka sholatlah dengan menggunakan pembatasr dan hendaklah dia mendekati pembatas tersebut, janganlah membiarkan seorangpun lewat antara dirinya dan pembatas tersebut” (HR: Abu Dawud no. 697 dan 698. Ibnu Majah no. 954 dan Ibnu Khuzaimah 1/93/1. [Lihat Sifat Shalat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam oleh Syaikh Al-Albany hal. 82.])

Ini merupakan dalil/nash yang umum tentang sunnahnya mengambil sutrah ketika sholat baik di masjid maupun di rumah. Sutrah berlaku baik bagi laki-laki maupun perempuan. Ada sebagian orang-orang yang mengerjakan sholat telah melarang dirinya dari sunnah (menggunakan sutrah) tersebut sehingga dijumpai ketika sholat, mereka tidak menggunakan sutrah.

Permasalahan-Permasalahan Seputar Sutrah

  1. Sutrah ketika sholat dapat menggunakan apa-apa yang berada di arah kiblat seperti tembok, tongkat, atau tiang dan tidak ada pembatasan tentang bentangan/lebar sutrah.
  2. Tinggi sutrah kira-kira setingggi mu’akhiraturr (Sandaran pada bagian belakang pelana kuda yang ukurannya kira-kira dua pertiga dziraa’ (1 dziraa’= sepanjang siku-siku tangan sampai ujung jari tengah) [Lisaanul arab III/1495]), yaitu yang ukurannya kira-kira satu jengkal tangan.
  3. Jarak antara kedua kaki dan sutrah adalah kira-kira tiga hasta (siku sampai ujung jari tengah) dan diantara dia dengan sutrah masih ada tempat (ruang) untuk melakukan sujud.
  4. Sesungguhnya sutrah (tabir penghalang) disyariatkan bagi imam dan orang-orang yang sholat secara munfarid (sendiri) baik sholat wajib lima waktu maupun shalat sunnat
  5. Sutrah makmum mengikuti sutrah imam, maka diperbolehkan melewati makmum apabila ada hajat (kepentingan).

Faedah Menerapkan Sunnah Ini
Sesungguhnya sunnah tersebut (dengan menggunakan sutrah ketika sholat) menjaga sholat agar tidak terputus yang disebabkan oleh lalu lalangnya siapa saja yang bisa memutuskan/membatalkan sholat (yaitu perempuan, keledai, dan anjing yang hitam) atau mengurangi pahalanya.

Mencegah pandangan dari melihat orang-orang yang lalu lalang karena orang yang memakai sutrah secara umum pandangannya ke arah sutrah dan pikirannya terkonsentrasi pada makna-makna bacaan sholat.

Orang yang sholat memakai sutrah telah memberikan kesempatan bagi orang yang berlalu-lalang maka tidak perlu menjauhkan orang-orang yang berlalu lalang di depannya.

(Sumber Rujukan: Kitab Sifat Sholat Nabi , oleh Syeikh Nashiruddin Al-Albani dan sumber-sumber lainnya)

Ditulis dalam Tak Berkategori | Tinggalkan sebuah Komentar »

ISLAM & WANITA

Posted by bayu200687 pada Januari 25, 2008

ISLAM MEMBERIKAN HAK-HAK WANITA DENGAN SEMPURNA

Sesungguhnya Islam menempatkan wanita di tempat yang sesuai pada tiga bidang :

1. Bidang Kemanusiaan :
Islam mengakui haknya sebagai manusia dengan sempurna sama dengan pria. Umat-umat yang lampau mengingkari permasalahan ini.

2. Bidang Sosial :
Telah terbuka lebar bagi mereka (terpisah dari kaum pria, pent) di segala jenjang pendidikan, di antara mereka menempati jabatan-jabatan penting dan terhormat dalam masyarakat sesuai dengan tingkatan usianya, masa kanak-kanak sampai usia lanjut. Bahkan semakin bertambah usianya, semakin bertambah pula hak-hak mereka, usia kanak-kanak; kemudian sebagai seorang isteri, sampai menjadi seorang ibu yang menginjak lansia, yang lebih membutuhkan cinta, kasih dan penghormatan.

3. Bidang Hukum
Islam memberikan pada wanita hak memiliki harta dengan sempurna dalam mempergunakannya tatkala sudah mencapai usia dewasa dan tidak ada seorang pun yang berkuasa atasnya baik ayah, suami, atau kepala keluarga.
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Muslimah | Tinggalkan sebuah Komentar »

Hizbut Tahrir

Posted by bayu200687 pada Januari 25, 2008

Apa Itu Hizbut Tahrir?

Penulis: Al-Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi Lc


Hizbut Tahrir (untuk selanjutnya disebut HT) telah memproklamirkan diri sebagai kelompok politik (parpol), bukan kelompok yang berdasarkan kerohanian semata, bukan lembaga ilmiah, bukan lembaga pendidikan (akademis) dan bukan pula lembaga sosial (Mengenal HT, hal. 1). Atas dasar itulah, maka seluruh aktivitas yang dilakukan HT bersifat politik, baik dalam mendidik dan membina umat, dalam aspek pergolakan pemikiran dan dalam perjuangan politik. (Mengenal HT, hal. 16)
Adapun aktivitas dakwah kepada tauhid dan akhlak mulia, sangatlah mereka abaikan. Bahkan dengan terang-terangan mereka nyatakan: “Demikian pula, dakwah kepada akhlak mulia tidak dapat menghasilkan kebangkitan…, dakwah kepada akhlak mulia bukan dakwah (yang dapat) menyelesaikan problematika utama kaum muslimin, yaitu menegakkan sistem khilafah.”(Strategi Dakwah HT, hal. 40-41). Padahal dakwah kepada tauhid dan akhlak mulia merupakan misi utama para nabi dan rasul.
Allah k menegaskan:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِيْ كُلِّ أُمَّةٍ رَسُوْلاً أَنِ اُعْبُدُوا اللهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوْتَ

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): ‘Beribadahlah hanya kepada Allah dan jauhilah segala sesembahan selain-Nya’.” (An-Nahl: 36) Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Tak Berkategori | Tinggalkan sebuah Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.